Showing posts with label journal. Show all posts
Showing posts with label journal. Show all posts

Sunday, December 4

Edisi Kopi, Satu Tahun, Ini dan Itu


Kami sedang tidak berjalan sebagai mana mestinya. Ke mana saja kamu-kamu yang bikin Badoot? Well, kalau boleh mencurahkan hati, sebenarnya di dalam 'redaksi' sendiri sering ada bentrok pemikiran. Terbit sekarang, terbit nanti, isu ini, isu itu, halaman nganggur, enggak ada yang masukin karya, blah blah blah. 

Memang lumayan sulit mempertahankan si kecil Badoot ini. Dasar dari terlahirnya dia, cuma karena ingin memamerkan karya dan pemikiran kami. Ya, hanya sebatas itu. Mau ada yang suka atau pun tidak, ada yang lihat atau pun tidak, urusan belakangan. Tidak ada keuntungan berbentuk materi yang kami raup. Mungkin di situ lah letak kesulitannya. Gara-gara Badoot, kami mengorbankan uang, waktu, pikiran, dan tenaga. Oh, tak apa lah. Toh, kami tidak rugi. Setiap bulan ada sekitar 30 orang yang mengunduh Badoot. Sedikit memang. Tapi kami senang, setidaknya itu bentuk apresiasi. Terimakasih ya hey kalian!

Edisi kopi... Karena ulah kami yang sibuk dengan urusan kampus dan sebagainya, Badoot belum selesai sampai sekarang. Malah kemarin saya menemukan beberapa majalah yang membahas kopi. Huh hah. Ternyata ide saya sudah diambil orang lain.

Meskipun begitu, kami tetap berusaha sesemangat mungkin dari segala malas yang ada, untuk menjaga Badoot dan merawatnya sampai entah kapan. Doakan kami ya, biar edisi selanjutnya tetap ada dan lebih seru! 


Gambar diambil dari sini

Sunday, September 11

HALO!

ya begitulah saya ketika saya menyapa orang lain diluar sana. sama hal nya dengan saya menyapa blog ini, walaupun dengan sedikit mood yang agak kurang menyenangkan saat menulis tapi saya paksakan untuk menulis agar kalian tahu, saya sendiri masih peduli dengan blog usang ini yang kurang lebih sudah ditinggalkan selama bulan Ramadhan.

satu hal yang membuat saya ingat dari beberapa bulan yang lalu adalah, rajinnya saya memangkas rambut saya. bukan memangkas habis menjadi pendek tetapi rambut saya dibuat tipis. sudah terhitung dari awal Ramadhan hingga kini sekitar 3 kali penipisan rambut saya yang amburadul ini.

memang bukan sesuatu yang aneh buat kalian dengan ritual memangkas rambut ini. namun bagi saya pribadi, saya sebenarnya engga untuk membunuh helai demi helai rambut ini. karena dari zaman dulu hingga sekarang, ada peribahasa yang mengatakan bahwa 'rambutmu mahkotamu' dan saya berpegangan teguh dengan peribahasa itu. bayangkan jika kita memotong mahkota kita sendiri, nanti posisi kita akan digantikan oleh orang lain dan tentu saja saya tidak ingin hal itu terjadi. oleh sebab itulah saya sebenarnya enggan memangkas rambut ini.

kapan kalian terakhir membaca Badoot Zine? mungkin tulisan saya diatas dapat membuat kalian berpikir edisi selanjutnya bagaimana dan apa. sekian malam ini jumpa dengan tulisan saya dengan mood sedikit kacau. ja ne!

Sunday, June 26

DULU KUSAM, SEKARANG ENGGAK LAGI


yakin lah, semua iklan di televisi, baliho, billboard, majalah, dan media lain, adalah kebohongan yang dikemas dengan kata-kata manis. mari melek pada realita, bukan pada iklan!

Thursday, June 23

AMPLOP BERISI SURAT

 image taken from here

sekumpulan huruf yang ditulis atau diketik di atas kertas bisa menjadi apa saja. buku, catatan kecil, daftar belanja, resep dokter, atau sebuah kertas berisi pesan yang dinamakan surat. selama hidup saya berlangsung, surat tidak pernah luput. ketika lulus dari sekolah menengah atas, saya menerima surat tanda tamat belajar dan surat tanda kelulusan. untuk meminta izin kegiatan di kampus pun harus menggunakan surat izin. bahkan bagi mahasiswa yang terancam drop out pun diberikan surat peringatan. 

surat sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita. tapi, kadang kita tidak menyadarinya. fungsi surat yang tadinya sebagai media untuk menyampaikan pesan pribadi sudah tergantikan oleh serangkaian teknologi. surat yang biasa dimasukan ke dalam amplop dan dikirim lewat kantor pos untuk menghubungi saudara di pulau lain tidak begitu dilirik lagi. sudah ada sms dan email yang bisa sampai dalam hitungan detik. 

saya tidak sepenuhnya senang dengan teknologi yang menggantingkan surat konvensional. bagi saya, surat yang berbentuk fisik memiliki romantisme tersendiri. baik saat menunggu kedatangannya, maupun saat surat sudah disimpan bertahun-tahun dan dibaca kembali.

karena kerinduan kru BZ kepada surat, edisi selanjutnya akan membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan surat. untuk yang berkenan berbagi pengalaman dan karya kepada kami, bisa mengirimkan lewat email ke badootzine@yahoo.co.uk . kami tunggu sampai tanggal 4 Juli 2011.

cheers :0)

Tuesday, April 12

WHAT WE FOUND AT CIHAPIT





siapa belum tahu jalan ‘antik’ di kota bandung ini? tidak jauh dari jalan riau yang diburu para penggila belanja dari luar kota, jalan cihapit tak kalah memesona. tidak berlebihan jika saya katakan jalan cihapit ini seperti toko serba ada.

baru saja melalui plang jalan tersebut, sebuah kios sepatu menyambut langkah kaki kami (kedengarannya kawanan sepatu meraung-raung minta dibeli). sepatu yang dijual memang tidak semuanya barang asli, ada barang-barang tiruan yang hampir sama persis dengan aslinya yang harganya lebih murah. salah satu diantaranya adalah sepatu docmart yang digandrungi anak muda cadas di berbagai pelosok dunia.

sekitar lima langkah di samping kios sepatu, raket tenis dan badminton yang kondisinya masih terlihat bagus digantung dengan rapi. kami tidak begitu tertarik, karena ada yang lebih memikat hati dari sekumpulan raket yang bergelantungan, kaca mata oldies! puluhan kacamata ditata secara sembarang namun menawan. harga bervariasi dari yang menurut kantong kami murah hingga mahal. penjualnya pun sangat ramah, ketika kami berlalu setelah melihat-lihat tanpa membeli ia tetap tersenyum tulus.

antara kios sepatu dan raket, ada satu kios yang terselip. bagi para pecinta fotografi analog, kios ini sudah tidak asing lagi. kamera analog dengan berbagai merek serta berbagai jenis lensa hadir di sana. walaupun kedua barang tersebut yang mendominasi etalase, kamera polaroid dan bawah air tidak luput dari perhatian kami.

di seberang jalan, ada kios musik kesukaan saya. saat saya masih di sma, saya sempat membeli beberapa kaset dari beberapa dekade yang lalu. kios ini menjual cd, kaset, dan piringan hitam bekas pakai yang masih baik kondisinya. dari lagu barat dan timur, keroncong, pop melayu, sampai classic rock ada di sana. asyiknya, penjual benar-benar mengerti soal sejarah musik.

tidak cukup menceritakan di sini rasanya. masih ada berbagai kios yang belum terkisahkan. kios baju bekas, pedagang audio mobil, warung makan ibu eha yang melegenda, dan masih banyak lagi. cihapit yang rindang selalu menanti, bersama kios-kios dengan penjual yang menanti pelukan pembeli untuk barang dagangannya. (Lsy)

Sunday, February 13

Monday, January 24

BUKAN KARENA TOMBOL 'LIKE'

badoot zine? apa sih itu, badoot bukannya nama lain dari domba ya?

bukan satu kali kami mendengar selentingan seperti itu. kami sih santai saja, toh mereka kami anggap cuma bercanda. memang ejaannya mirip dengan nama lain dari domba, badot. tapi, kami hanya ingin menuliskan kata ‘badut’ dengan ejaan yang berbeda. biar tidak biasa.

badoot zine merupakan sebuah zine yang isinya mencakup hal-hal yang dekat dengan kesenangan beberapa kalangan (sebut saja yang menjadi target pembaca kami). apa itu zine? untuk itu sih bukan urusan kami, kalian bisa melihat pengertiannya di sini.

terbentuknya zine ini berawal dari kekecewaan. awalnya, kami tergabung dalam sebuah komunitas yang menyukai salah satu band beken kelahiran bandung. kami pikir kami bisa mendapatkan wadah kreatifitas kami di komunitas ini, nyatanya tidak begitu. kami malah dipertemukan dengan acara kumpul rutin tiap minggu dan tidak mendapatkan apa-apa. yang ada, pulang dari sana rambut saya bau asap rokok karena duduk di antara orang-orang yang mengobrol obrolan yang mereka suka sambil merokok. kalau mengobrolnya masih seputaran komunitas dan sejarah musik sih masih asik, ini mah ngobrol ngalur ngidul. selain itu, acara rutin dari komunitas ini adalah nonton band yang kami suka bersama-sama. asik memang, tapi masa sih esensinya cuma sampai di situ? itu baru enggak asik namanya.

suatu hari tercetus ide membuat fanzine (baca pengertian fanzine di sini) dari salah satu personil band dan rekan kami di komunitas. saya tentu saja sangat antusias. malah di awal proyek ini saya sudah menyumbangkan beberapa halaman. tapi, ternyata yang antusias ko cuma saya dan segelintir orang saja. padahal anggota komunitas ini ada ratusan. saya agak kesal juga karena beberapa draft yang sudah beres tak kunjung direalisasikan. akhirnya pembuatan fanzine ini terhenti, ya, terhenti sampai sekarang.

dan.. beberapa bulan yang lalu tercetus ide membuat zine. saya antusias, membuatnya pun antusias. tentu saja sepenuh hati tanpa adanya iming-iming menjadi eksis atau populer. niat saya hanya satu: memperlihatkan karya-karya orang lain dan saya sendiri kepada banyak orang. terkadang beberapa orang yang memiliki bakat dalam beberapa bidang tidak mendapatkan tempat untuk memperlihatkan karyanya kepada orang lain, kecuali di album jejaring sosial dan blog mereka sendiri. puas kah hanya teman teman dekat yang melihat karya kalian? saya malah merasa ingin lebih dari itu, saya pun ingin teman-teman yang ingin memamerkan karyanya mendapatkan kesempatan memperlihatkan karya-karyanya kepada masa yang lebih banyak. tertarik mengirim karya? hubungi kami, segera! (Lsy)

Thursday, January 13

EDISI CETAK


sejak edisi #3, kami memutuskan untuk mencetak zine ini, walau hanya lembaran hitam putih foto copy-an belaka, isinya tetap menarik untuk dibaca kok. bagi yang berminat menculik BZ edisi cetak, harap hubungi kru BZ dengan segera karena persediaan terbatas!  :0)

Tuesday, January 11


keluh kesah seorang musisi kebanggaan Indonesia yang dahulu sedang mencari gitar idamannya :0))